Bahaya Jangka Panjang Laptop yang Sering Overheat

Bahaya Jangka Panjang Laptop Yang Sering Overheat

Saat sekarang ini, sudah banyak aplikasi yang membutuhkan spesifikasi komputer maupun laptop yang mumpuni. Tak tanggung-tanggung, beberapa aplikasi meminta komputer ataupun laptop dengan spesifikasi komponen yang high end.

Komponen tersebut bisa berupa processor, Random Acces Memory (RAM), graphic card, dan komponen penting lainnya.

Jika anda ingin menjalankan aplikasi tersebut dengan spesifikasi yang diminta, maka tidak akan terjadi masalah pada komponen utama anda.

Namun lain halnya jika anda hanya memiliki komputer ataupun laptop dengan spesifikasi minimum yang disarankan para developer aplikasi tersebut. Tentu saat aplikasi dijalankan, komponen laptop anda akan bekerja secara maksimal. Anda akan merasakan panas yang dihasilkan dari pemrosesan tersebut pada bagian laptop anda.

Sebenarnya apa sih Overheat itu?


Pertama mari kita bahas dari segi bahasa. Overheat terdiri dari dua kata yaitu over dan heat. Over artinya berlebih, melampaui. Sedangkan heat artinya panas.

Sehingga dapat kita simpulkan bahwa overheat berarti panas yang berlebih.

Overheat sebenarnya dalam istilah komputer yaitu suatu keadaan dimana panas atau yang dihasilkan sebuah komponen pemrosesan laptop telah mencapai batas maksimalnya.

Biasanya setiap komponen mempunyai batasan suhu tertentu.

Contohnya saja processor yang dikembangkan oleh Intel memiliki batasan suhu hingga 100 derajat celcius. Saat prosesor Intel mencapai suhu tersebut, laptop yang bersangkutan akan otomatis shut down ataupun off. Hal ini sengaja diprogram agar daya tahan komponen processor Intel terjaga.

Apa Saja Komponen yang Berpeluang Mengalami Overheat?


Laptop terdiri dari berbagai komponen elektronik, sehingga bisa menghasilkan suhu. Semua komponen laptop akan berpeluang untuk mengalami overheat. Akan tetapi saya akan bahas komponen yang mesti anda waspadai jika mengalami overheat

1. Processor

Suhu Optimal Processor

Manusia memerlukan otak untuk berfikir, begitu juga dengan komputer. Komputer memiliki sebuah otak yang mengatur seluruh kinerja nya. Otak itu biasa disebut dengan processor.

Processor dapat juga kita artikan tempat untuk memproses. Processor termasuk kedalam bagian Central Processor Unit (CPU) yaitu unit pemrosesan utama dalam komputer.

Disaat kita menjalankan aplikasi, data dari aplikasi tersebut terlebih dahulu melewati processor agar bisa diproses dan dapat ditampilkan.

Jika aplikasi berat yang kita jalankan, processor akan bekerja keras, sehingga menimbulkan panas yang berlebih. Panas tersebut dapat membahayakan “otak komputer” ini. Jika sebuah processor rusak, komputer akan berhenti berfungsi.

Normalnya suhu dari sebuah processor yang bekerja yaitu antara 30-60 derajat celsius. Processor akan memerintah komputer untuk shut down saat mencapai suhu 100 derajat celsius. Hal ini bertujuan agar komponen processor dapat terjaga.

Karena processor merupakan komponen terpenting, sebuah processor dilengkapi dengan heat sink atau pembuang panas. Pipa besi akan dialirkan ke processor dari kipas agar suhu processor optimal.

2. Graphic Card

Graphic Card

Selain processor, komponen yang rentan terkena overheat yaitu graphic card. Graphic card berfungsi untuk memproses visualisasi pada sebuah komputer. Kode-kode akan dikonversikan menjadi sebuah gambar yang akan ditampilkan di monitor kita. Kurang lebih seperti itu fungsi graphic card.

Graphic card dapat mengalami overheat saat menjalankan aplikasi yang membutuhkan rendering tinggi dan melampaui kemampuannya.

Graphic card akan mengalami overheat seperti saat kita bermain game berat, me-render sebuah video kualitas tinggi, dan merancang sebuah visualisasi 3D.

Sama halnya dengan processor, graphic card juga dilengkapi dengan heat sink. Pada komputer, sebuah graphic card dilengkapi dengan fan atau kipas tambahan.

Jadi saat graphic card anda terasa panas, ada baiknya menghentikan sejenak pekerjaan anda.

3. HardDisk

HardDisk

Soal penyimpanan, harddisk merupakan penyimpanan yang paling populer hingga saat ini. Selain harganya yang murah, kapasitas penyimpanan yang kita dapatkan pun sangat besar. Harddisk bisa tahan lama saat digunakan secara baik.

Harddisk memiliki piringan magnet sebagai media penyimpanan datanya. Piringan akan berputar sesuai dengan Rotare per minute (Rpm) masing-masing harddisk. Harddisk juga dilengkapi sebuah motor yang berfungsi memutar piringan magnet.

Karena adanya motor dan perputaran inilah yang memungkinkan sebuah harddisk mengalami overheat. Hal ini dapat terjadi saat kita memaksa sebuah harddisk membaca atau pun menulis file dalam jumlah besar.

Ada kalanya jika kita ingin memindahkan sebuah file besar, bagilah file tersebut menjadi bagian kecil. Sehingga kita dapat memindahkannya secara berangsur-angsur dan menjaga kesehatan harddisk kita.

Jangan pernah sampai menjatuhkan harddisk, karena bisa mengakibatkan rusaknya motor dan piringan harddisk.

4. Solid State Drive SATA (SSD SATA)

Solid State Drive SATA

Solid State Drive (SSD) merupakan penyimpan terkini. SSD memiliki kecepatan 6 kali harddisk bahkan 60 kali harddisk. SSD juga bisa mengalami overheat jika kita memaksa SSD membaca atau pun menulis file dalam jumlah besar.

Untuk mengatasi overheat, jangan membaca atau menulis data jumlah besar dalam satu waktu.

5. Solid State Drive M.2 (SSD M.2)

Solid State Drive M.2

Solid State Drive M.2 (SSD M.2) merupakan penyimpan terkini setelah SSD SATA. SSD ini memiliki ukuran lebih kecil daripada SSD SATA. Ukurannya menyerupai RAM. Kecepatannya bisa mencapai 60 kali harddisk. SSD jenis ini juga bisa mengalami overheat dan peluang lebih besar daripada SSD SATA karena ukurannya lebih solid.

Untuk mengatasi overheat, jangan membaca atau menulis data jumlah besar dalam satu waktu.

6. Random Acces Memory (RAM)

Random Acces Memory

Random Acces Memory (RAM) merupakan komponen penting sebagai partner dari processor. RAM berfungsi menyimpan data secara sementara, dan data akan hilang saat listrik berhenti pada sebuah komputer.

Sama halnya dengan media penyimpanan, RAM akan mengalami overheat saat digunakan dalam membaca data secara berlebihan. Membuka aplikasi secara berlebihan atau multitasking secara berlebihan juga menjadi penyebab utama RAM mengalami overheat.

7. Baterai

Baterai

Baterai merupakan sumber kehidupan sebuah laptop. Baterai adalah komponen yang berbahaya jika menerima panas berlebih. Oleh karena itu kesehatan dari baterai mesti dijaga.

Baterai akan mengalami overheat jika sering menggunakannya hingga 0%. Karena saat mengisi kembali baterai memerlukan banyak arus listrik.

Sebenarnya baterai saat ini memiliki fitur canggih yang mampu meng-cut off arus jika telah penuh. Selain itu anda juga dapat menggunakan aplikasi pembantu yang diberikan perusahaan laptop anda.

Seperti aplikasi Lenovo Vantage, keluaran Lenovo untuk produknya, mampu menjaga kesehatan baterai dengan fitur Conservation Mode. Fitur ini mampu memutus arus ke baterai jika baterai telah mencapai batasan tertentu dan laptop akan menggunakan arus AC langsung, sehingga baterai terlindungi.
Conservation Mode

Lantas, Apa Saja Bahaya yang Ditimbulkan dari Overheat?


1. Kerusakan pada Motherboard Laptop
Bahaya yang pertama yaitu kerusakan pada motherboard laptop. Komponen laptop dipasang pada sebuah motherboard. Disaat komponen tesebut mengalami penaikan suhu, motherboard tempat komponen itu berdiri juga mendapatkan panas. Motherboard dibuat dari papan PCB yang mampu meleleh jika terpapar suhu tinggi.

2.Kerusakan pada Komponen Laptop
Komponen laptop yang rentan terkena overheat akan mengalami penurunan waktu pakai. Hal ini disebabkan karena panas yang dihasilkan akan merusak sedikit demi sedikit rangkaian didalamnya.

3.Kerusakan Total
Laptop dapat mati total jika mengalami overheat secara terus menerus, biasanya jika panas sudah merusak komponen BIOS dan processor. Kerusakan ini susah untuk diperbaiki karena rangkaian dan komponen inti dari BIOS dan processor sudah rusak. Cara termudah untuk memperbaikinya yaitu mengganti motherboard anda.

4.Bahaya pada Kesehatan
Terpapar udara panas yang dikeluarkan dari komputer akan menyebabkan bahaya pada tubuh. Udara tersebut tidak sehat karena hasil dari produksi alat elektronik yang bisa saja mengandung CO maupun CO2. Jangan menggunakan laptop dengan cara meletakkan pada bagian tubuh seperti paha ataupun perut. Panas yang dihasilkan dapat merusak jaringan kulit kita.

Tips Mengatasi Overheat


1.Selalu Jaga Kebersihan Laptop Kita
Jangan sampai debu menumpuk pada komponen sehingga aliran udara ke komponen terhambat

2.Rutin Membersihkan Kipas atau Fan Laptop
Fan selalu berputar dan besar kemungkinan dipenuhi debu. Bersihkan kipas atau fan menggunakan sikat atau sejenisnya.

3.Periksa Keadaan Fan atau Kipas
Jika laptop kita sering mengalami overheat, kemungkinan kipas pada laptop rusak. Maka periksalah kipas, jika rusak segera ganti dengan yang baru.

4.Jangan Lupa Ganti Thermal Paste
Thermal paste berfungsi menyalurkan panas dari komponen ke heat sink untuk dibuang. Jika komponen sering panas, kemungkinan thermal paste nya sudah kering. Gantilah dengan yang baru, harga sebuah thermal paste yang bagus hanya sekitar 100 ribuan di toko online.


Sekian artikel mengenai “Bahaya Jangka Panjang Laptop Yang Sering Overheat” semoga bermanfaat. Jika anda mengalami masalah ini, segerahlah gunakan tips di atas untuk mengatasi nya.

Jika ada permasalahan bisa ditanyakan di kolom komentar.

3 komentar

  1. bermanfaat nih buat laptop ane yang sering bermasalah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah berkunjung bg :D semoga laptopnya ngga bermasalah lagi, hehehe :D

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus


EmoticonEmoticon